Mewujudkan Generasi Qur'ani

Situs Resmi Forum Studi Al-Quran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Kamis, 13 Juni 2019

Tetap Tahiyyatul Masjid Meski Imam Berkhotbah


Rasulullah Saw. mengajarkan kepada seorang muslim untuk terlebih dahulu melaksanakan solat sunnah dua rakaat ketika masuk masjid. Abu Qatadah meriwayatkan bahwasanya Saw. bersabda.

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah ia mengerjakan shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (H.R. Bukhari).

Di dalam hadist yang lain disebutkan, Jabir bin Abdullah berkata.

“Sulaik Al-Ghathafani pernah datang pada hari Jumat, ketika Rasulullah sedang berkhotbah, dan ia langsung duduk. Maka beliau pun berkata kepadanya, “Wahai Sulaik, berdirilah lalu shalatlah dua rakaat dan kerjakanlah dengan ringan,” kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jumat, ketika imam sedang berkhotbah, maka hendaklah ia shalat dua rakaat dengan meringankannya.” (H.R. Bukhari).

Beliau juga memerintahkan siapa saja yang masuk ke dalam masjid pada hari Jumat dan hendak duduk untuk mendengarkan khotbah, agar mengerjakan tahiyyatul masjid dengan meringankannya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengerjakan shalat tahiyyatul masjidnya sekalipun imam sedang berkhotbah.
Share:

Menjaga Waktu dari Kesia-siaan

Waktu luang adalah sebuah kenikmatan yang seringkali manusia lalai untuk memanfaatkannya. Tak jarang, mereka baru merasa kehilangan kenikmatan itu setelah mereka menyiakannya. Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah bersabda”

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya yaitu kesehatan dan waktu luang,” (H.R. Bukhari).

Adapun sebab perintah menjaga waktu dan menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat, karena di akhirat nanti hal itu akan ditanyakan oleh Allah Swt. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, dari Nabi yang bersabda:

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang lima hal; tentang umurnya dalam hal apa ia habiskan, tentang masa mudanya dalam hal apa ia pergunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan dalam hal apa ia infakkan, dan tentang apa yang ia amalkan mengenai ilmunya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Maka setiap muslim yang ingin mendapatkan kenikmatan di akhirat harus bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena kenikmatan di akhirat sangatlah mahal harganya.

Disarikan dari kitab Ad Durus Al-Yaumiyyah Minas Sunani wal Ahkam Asy-Syar’iyyah (Dr. Rasyid bin Husain Abdul Karim).

Share:

Yuk Puasa Tathawwu

Terkait keutamaan puasa tathawwu’, Abu Sa’id Al-Khudri berkata. “Rasulullah Saw bersabda:

“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan dengan puasanya satu hari itu Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun,” yakni sejauh tujuh puluh tahun perjalanan. (H.R. Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi)

Maksud di jalan Allah ialah jihad, dan ada yang mengatakan ketaatan kepada Allah.

Puasa termasuk salah satu ibadah yang sangat agung. Allah telah megkhususkan puasa untuk diri-Nya dan menjanjikan orang yang melaksanakannya dengan pahala yang besar. Puasa menjadi penjaga dari kemaksiatan dan dari neraka, serta sebab dijauhkan dari neraka pada hari Kiamat kelak.

Maka, sudah selayaknya bagi seorang mukmin untuk bersegera melaksanakan amalan agung ini dan bersabar menghadapi kesulitan dalam pelaksanaannya, karena pasti ia akan disusul dengan kegembiraan pada saat berbuka dan pada saat berjumpa dengan Allah pada hari Kiamat kelak.

Disarikan dari kitab Ad Durus Al-Yaumiyyah Minas Sunani wal Ahkam Asy-Syar’iyyah (Dr. Rasyid bin Husain Abdul Karim).

Share:

FSQ FEB ULM

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Postingan Terakhir

BULETIN ULUL ALBAB EDISI AGUSTUS 2022

  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa kabar sahabat FSQ semuanya? Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. ...