Mewujudkan Generasi Qur'ani

Situs Resmi Forum Studi Al-Quran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Kamis, 13 Juni 2019

Menambah Sedekah di Bulan Penuh Berkah


Semua orang beriman tentu tak mau melewatkan hari-hari di bulan Ramadhan ini dengan sia-sia atau tanpa amalan. Kedatangannya yang hanya satu bulan dalam setahun, membuat banyak orang menyiapkan berbagai rencana yang ingin dikerjakan untuk meraih kemuliaan bulan Ramadhan.

Salah satu amal yang dapat dilakukan di bulan Ramadhan ini adalah dengan bersedekah. Islam sangat menganjurkan kepada kita untuk menjadi orang yang dermawan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada banyak feedback yang bisa didapatkan oleh seseorang yang gemar bersedekah. Terlebih lagi ketika hal itu dilakukan di bulan Ramadhan yang setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

Allah Swt telah begitu banyak memberikan keutamaan bagi orang-orang yang bersedekah, diantaranya.
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (H.R. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (H.R. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (H.R. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”)

Sedekah sendiri memiliki banyak wujud. Sedekah dalam bentuk materi misalnya, tidak harus dengan jumlah yang banyak. Akan tetapi semakin banyak sedekah itu tentu juga semakin baik. Yang lebih penting adalah keikhlasan dan menjaga keistiqomahan dalam mengerjakannya. Sedekah harus diniatkan karena Allah, bukan karena ingin mendapat pujian dari orang lain. Sedekah juga hendaknya tidak saja dilakukan di bulan Ramadhan, tapi juga bulan-bulan lainnya. Hendaknya ia dijadikan sebagai sebuah kebiasaan.

Mengingat banyaknya keutamaan bersedekah tadi, mari membiasakannya mulai sekarang. Jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang dermawan. Semoga kita termasuk orang-orang yang suka memberi dan dicintai Allah Swt. Aamiin yaa robbal alamin.
Share:

Memperbanyak Istigfar


Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Ada banyak kesalahan yang bisa kita lakukan secara sengaja ataupun tidak. Oleh karenanya, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istigfar. Memohon ampun kepada Allah atas semua perbuatan salah tersebut, terlebih masih dalam momen Ramadhan sekarang ini.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
“Menggunjing akan merobek puasa, sedang istighfar akan menambalnya. Siapa saja di antara kalian yang mampu untuk berpuasa dengan adanya tambalan (diiringi dengan istighfar), hendaklah dia melakukannya." (Lathaif al-Ma’arif hlm. 232.)

Al-Hasan mengatakan,
“Perbanyaklah istighfar karena kalian tidak tahu kapan rahmat diturunkan.”( Lathaif al-Ma’arif hlm. 232.)

Dan waktu yang paling tepat untuk memanjatkan istighfar adalah di akhir malam setelah melakukan tahajjud. Allah ta’ala berfirman,
“Dan di akhir-akhir malam mereka beristighfar kepada Allah.” [adz-Dzariyat : 18].
Share:

I'tikaf


I’tikaf bisa diartikan sebagai kegiatan berdiam diri di masjid dalam rangka mengharapkan ridho Allah Swt, bermuhasabah diri, dan melakukan amal kebaikan. Orang yang beri’tikaf disebut mutakif.

Tidak diragukan lagi bahwa I’tikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Terlebih lagi ketika memasuki sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad Saw. berikut.

“Biasanya (Nabi sallahu’alaihi wasallam) ber’itikaf pada sepuluh malam akhir Ramadhan sampai Allah wafatkan. Kemudian istri-istrinya beri’tikaf setelah itu.” (H.R. Bukhari, no 2026 dan Muslim, no 1172).

10 hari terakhir Ramadhan memang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan ibadahnya. Hal itu karena di malam itulah ada malam yang lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadr). Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah bersabda.

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di Bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dengan beri’tikaf semoga kita bisa mendapatkan dan mengisi malam Lailatul Qadr secara maksimal dengan banyak amalan.
Share:

Bersemangat di Siang dan Malam Hari


Berikut kami sampaikan kembali apa saja yang bisa kita lakukan di 10 malam terakhir Ramadhan. Diambil dari e-book Buku Saku Ramadhan (kumpulan twit seputar Bulan Ramadhan) yang disusun oleh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid.

*Bersemangat di Siang dan Malam Hari
Kelalaian yang sering terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah apa yang dilakukan sebagian orang, di mana mereka mengerahkan kesungguhan untuk beribadah di malam hari, namun loyo di siang hari. Lebih parah dari itu, sebagian ada yang menghabiskan waktu untuk istirahat, tidur hingga tidak mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar.
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,
“Perihal malam al-Qadr, asy-Sya’biy sungguh telah berkata, “Malamnya seperti siangnya.” Sedangkan asy-Syafi’i berkata dalam al-Qadim, “Dianjurkan untuk semangat beribadah di siang hari sebagaimana hal tersebut diupayakan ketika malam al-Qadr.”

Hal ini berarti seseorang dianjurkan untuk senantiasa semangat beribadah di sepanjang waktu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, di waktu malam dan siang. (Lathaif al-Ma’arif hlm. 228).
Share:

10 Malam Terakhir Ramadhan


Tanpa terasa, kini kita sudah memasuki hari-hari terakhir di Bulan Ramadhan. Itu artinya, sebentar lagi bulan yang suci dan penuh ampunan ini akan meninggalkan kita. Tentu saja hal itu harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin karena belum tentu kita dapat berjumpa kembali dengan Ramadhan selanjutnya.

Berikut kami sampaikan apa saja yang bisa kita lakukan di 10 malam terakhir Ramadhan. Diambil dari e-book Buku Saku Ramadhan (kumpulan twit seputar Bulan Ramadhan) yang disusun oleh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid.

*Fokus Beribadah; jangan seperti wanita yang mengurai jalinan benang
Fokuslah beribadah ketika Ramadhan telah memasuki 10 malam terakhir. Jangan manfaatkan waktu anda untuk bekumpul di pasar. Bukankah lebih baik apabila kita membeli segala kebutuhan hari raya sebelum 10 malam terakhir Ramadhan tiba?
“Dan janganlah kamu seperti seorang wanita yang mengurai benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, dan menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” [an-Nahl : 92].
Artinya, janganlah anda seperti seorang wanita yang telah menjahit dan memintal baju. Namun, dia mengurainya sepintal demi sepintal setelah baju tersebut selesai. Serupa dengan wanita tersebut adalah mereka yang semangat beribadah di dua puluh hari awal bulan Ramadhan, namun ketika sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan tiba, di mana waktu tersebut merupakan ‘pasar akbar’ untuk beramal shalih, mereka meninggalkannya dan malah sibuk berbelanja di pasar.
Padahal Aisyah radhiallahu ‘anha pernah mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya. (H.R. Muslim: 1175).
(Bersambung…)
Share:

Meluangkan Waktu untuk Al-Quran


Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. (QS. Fathir: 29)
.
Mulai sekarang, mari membiasakan diri untuk membaca dan memahami Al-Quran. Sesibuk apapun kita dalam beraktivitas, janganlah sekali-kali untuk meninggalkan Al-Quran. Allah telah memberikan waktu yang cukup, maka luangkanlah waktu untuk memahami kitab petunjuk-Nya. Sungguh merugi seorang muslim yang jarang bahkan tak pernah lagi menyentuh mushafnya hingga berdebu, padahal Al-Quran kelak akan menjadi satu-satunya penolong di hari kiamat.
.
Adapun jika belum bisa dan lancar membaca Al-Quran, maka jangan pernah berputus asa untuk terus belajar. Berkumpullah bersama orang-orang yang selalu ingin mendekatkan diri dengan Al-Quran. Janganlah malu untuk belajar, karena Allah telah menjanjikan pahala bagi mereka yang membacanya, baik lancar ataupun tidak.
.                                                                            
“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al-Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (H.R. Muslim).
Share:

FSQ FEB ULM

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Postingan Terakhir

BULETIN ULUL ALBAB EDISI AGUSTUS 2022

  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa kabar sahabat FSQ semuanya? Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. ...